Boneka menjadi salah satu mainan favorit
anak-anak hingga orang dewasa. Tingginya minat masyarakat terhadap boneka
membuka peluang bisnis karena pasar yang besar baik di pasar domestik maupun
mancanegara.
Pengelola PT Panen Pasifik Pinaremas, salah satu Produsen Boneka di
Indonesia, Asep mengungkapkan, pihaknya mampu mengeskpor ratusan hingga ribuan
boneka ke pasar luar negeri.
"Mayoritas produksi boneka kami diekspor ke negara-negara Eropa,
seperti Italia dan Inggris. Sebab boneka yang kami jual juga eksklusif seperti
karakter Hello Kitty, Shaun The Sheep, Barney, Tiger dan Disney," kata dia
ketika dihubungi Liputan6.com.
Menurutnya, eksklusifitas produknya dapat terlihat lantaran boneka-boneka
tersebut merupakan barang original karena memiliki izin lisensi dari pemegang
merek. Proses memperoleh izin sendiri bisa berlangsung kurang lebih selama 6
bulan.
Meski sebagian besar dikirim ke luar negeri, Asep mengaku tak terkena dampak
dari gejolak krisis yang melanda negara-negara di kawasan Eropa. "Tidak
kena imbas dari pelemahan ekonomi global. Bahkan kami sudah menjajaki kerja
sama penjualan dengan negara lain, yakni Jepang karena kami bisa memproduksi
boneka mengikuti tren karakter kartun yang tengah booming atau dikenal di
kalangan anak-anak," jelasnya.
Permintaan boneka Panen Pasifik, tambah dia, juga datang dari sejumlah
perusahaan besar di Indonesia, seperti PT Garuda Indonesia Tbk dan telah masuk
ke pusat-pusat perbelanjaan maupun ritel, diantaranya Gramedia, Toys Kingdom
dan sebagainya.
"Harga boneka produksi kami berkisar dari Rp 50 ribu sampai Rp 1,9
juta rupiah per pieces. Sedangkan boneka kecil untuk pasar domestik dibanderol
seharga Rp 20 ribu-Rp 25 ribu per pieces," ucapnya.
Dia mengakui, penjualan bakal terdongkrak naik apabila film kartun yang
menjadi ide dari bentuk boneka tersebut sering diputar di televisi atau sedang
tenar. "Penjualan bisa mencapai ribuan boneka per hari," tutur dia.
Asep mengatakan, boneka yang sudah melanglang buana tersebut diproduksi di
Sukabumi, Jawa Barat hingga mencapai ribuan pieces setiap harinya.
"Setiap hari produksi sebesar 10 ribu-15 ribu pieces per hari. Itu
adalah produksi untuk memenuhi permintaan ekspor, sedangkan kalau pasar lokal,
kami tidak produksi setiap hari karena penjualannya cuma di atas 100 pieces per
hari," paparnya.
Dia berharap, masyarakat saat ini lebih pandai dalam memilih mainan untuk
buah hati yang memenuhi standarisasi nasional. "Kalau produk kami itu
tidak menimbulkan alergi, bonekanya bisa dicuci, aman bagi anak karena tidak
mengandung bahan kimia," tutup Asep mengakhiri perbincangan.


0 komentar:
Posting Komentar