Pages

Kamis, 05 Desember 2013

Uang Terus Mengalir Dari Si Boneka Lucu

Boneka menjadi salah satu mainan favorit anak-anak hingga orang dewasa. Tingginya minat masyarakat terhadap boneka membuka peluang bisnis karena pasar yang besar baik di pasar domestik maupun mancanegara.
Pengelola PT Panen Pasifik Pinaremas, salah satu Produsen Boneka di Indonesia, Asep mengungkapkan, pihaknya mampu mengeskpor ratusan hingga ribuan boneka ke pasar luar negeri.
"Mayoritas produksi boneka kami diekspor ke negara-negara Eropa, seperti Italia dan Inggris. Sebab boneka yang kami jual juga eksklusif seperti karakter Hello Kitty, Shaun The Sheep, Barney, Tiger dan Disney," kata dia ketika dihubungi Liputan6.com.

Menurutnya, eksklusifitas produknya dapat terlihat lantaran boneka-boneka tersebut merupakan barang original karena memiliki izin lisensi dari pemegang merek. Proses memperoleh izin sendiri bisa berlangsung kurang lebih selama 6 bulan.
Meski sebagian besar dikirim ke luar negeri, Asep mengaku tak terkena dampak dari gejolak krisis yang melanda negara-negara di kawasan Eropa. "Tidak kena imbas dari pelemahan ekonomi global. Bahkan kami sudah menjajaki kerja sama penjualan dengan negara lain, yakni Jepang karena kami bisa memproduksi boneka mengikuti tren karakter kartun yang tengah booming atau dikenal di kalangan anak-anak," jelasnya.
Permintaan boneka Panen Pasifik, tambah dia, juga datang dari sejumlah perusahaan besar di Indonesia, seperti PT Garuda Indonesia Tbk dan telah masuk ke pusat-pusat perbelanjaan maupun ritel, diantaranya Gramedia, Toys Kingdom dan sebagainya.
"Harga boneka produksi kami berkisar dari Rp 50 ribu sampai Rp 1,9 juta rupiah per pieces. Sedangkan boneka kecil untuk pasar domestik dibanderol seharga Rp 20 ribu-Rp 25 ribu per pieces," ucapnya.
Dia mengakui, penjualan bakal terdongkrak naik apabila film kartun yang menjadi ide dari bentuk boneka tersebut sering diputar di televisi atau sedang tenar. "Penjualan bisa mencapai ribuan boneka per hari," tutur dia.
Asep mengatakan, boneka yang sudah melanglang buana tersebut diproduksi di Sukabumi, Jawa Barat hingga mencapai ribuan pieces setiap harinya.
"Setiap hari produksi sebesar 10 ribu-15 ribu pieces per hari. Itu adalah produksi untuk memenuhi permintaan ekspor, sedangkan kalau pasar lokal, kami tidak produksi setiap hari karena penjualannya cuma di atas 100 pieces per hari," paparnya.
Dia berharap, masyarakat saat ini lebih pandai dalam memilih mainan untuk buah hati yang memenuhi standarisasi nasional. "Kalau produk kami itu tidak menimbulkan alergi, bonekanya bisa dicuci, aman bagi anak karena tidak mengandung bahan kimia," tutup Asep mengakhiri perbincangan.



Rabu, 04 Desember 2013

Wirausaha yang Berhasil dan Sukses dari Bisnis Bakso Raket

Peluang usaha memang sudah umum dilakukan oleh banyak orang dan hampir di setiap tempat kita bisa temukan warung bakso. Namun jika mencari contoh wirausaha bakso yang berhasil dan sukses dan omsetnya puluhan juta, tentu tidak mudah ditemukan. “Bakso raket” begitulah orang menyebutnya. Bakso raket merupakan salah satu usaha bakso yang telah sukses membangun bisnis kuliner hingga beromset ratusan juta.

Contoh wirausaha ini adalah Afiani Puspitasari, wanita muda pemilik usaha bakso raket yang memulai bisnis bakso dilandasi keinginan untuk mempunyai sebuah usaha kuliner. Meskipun ia tak punya latar belakang boga dan minim pengalaman dalam bisnis kuliner ia pun memulai usaha bakso ini. Bakso dipilih sebagai usahanya karena justru sudah banyak orang yang melakoni usaha tersebut. Tetapi Afiani mencoba memodifikasi bakso yang sudah umum dipasarkan.
Hasil eksperimennya menghasilkan bakso yang tidak berbentuk bulat seperti bakso umumnya, namun berbentuk gepeng tak beraturan. Dari bentuknya tersebut sang ibu nyeletuk nama bakso raket. Dari situlah akhirnya ia menamakan bakso raket sebagai nama produknya. Awalnya produk baksonya ini disukai oleh anggota keluarganya dan ia pun semakin yakin untuk membuka usaha bakso.
Contoh wirausaha ini, modal usaha awalnya hanya Rp 500.000 saja ia mulai menjalankan usaha bakso. Modal tersebut dipergunakan membeli bahan baku membuat bakso. Afiani pun membuka warung bakso raket di gerai sparepart yang dikelola ayahnya di Rambutan Jak-Tim. Dalam menjalankan usahanya Afiani gencar melakukan promosi, salah satunya dengan membagikan voucher gratis makan bakso di warungnya.
Voucher itu dibagikan di kantor dekat rumahnya. Respon pengunjung saat itu cukup bagus dan terkesan dengan bentuk bakso yang aneh. Pada bulan pertama omset usaha bakso mencapai Rp1.3 juta rupiah. Meski demikian, perjalanan dari Contoh wirausaha bakso Afiani tidaklah berjalan mulus, di tahun 2010 tidak hanya usaha bakso yang surut namun juga usaha sparepart ayahnya. Ia berusaha keras agar usaha baksonya tetap bisa eksis.
Banyak yang berkata “Sarjana UI kok menjadi tukang bakso” mengingat statusnya yang lulusan UI. Perubahan pun dilakukan, bekas tempat usaha spare part ayahnya dirombak dan direhab total. Dengan modal Rp 4 juta hasil pinjaman dari saudara. Dengan perombakan ini ternyata punya hasil yang bagus, omsetnya meningkat menjadi Rp 1.5 juta sehari.
Bagi Afiani kunci keberhasilan Contoh wirausaha bakso ini terletak pada kebersihan, pelayanan, serta brand yang lebih terlihat & menarik perhatian. Selain itu Afiani juga memiliki varian produk bakso yang beragam misalnya Bakso Raket Panggang madu, Bakso Raket Panggang keju, Mie Ayam Bakso Raket Panggang keju dll.
Di Tahun 2011 usaha bakso raket Afiani pindah ke PGC (Pusat Grosir Cililitan), meski demikian usahanya tetap dicari pelanggan. Meski di awal-awal bulan omsetnya menurun namun di bulan-bulan berikutnya meningkat kembali. Selain pindah lokasi Bakso Raket membuka cabang di Jl. Raya Tanjung Barat. Dengan penambahan cabang ini maka omsetnya pun semakin bertambah. Kini Afiani bisa memperoleh omset lebih dari 100 juta perbulan.